cerita tentang patah hati

sebut saja namanya lavender. seperti bunga yang biasa di gunakan namanya di obat-obat untuk mengusir nyamuk, atau terkadang juga muncul di pembersih lantai karena terkenal akan keharumannya katanya. lavender mungkin tidak seharum melati atau semasyhur mawar, namun yang jelas ia juga tidak sebusuk rafflesia. levender tetap lavender yang banyak orang tahu namun hanya sekedar tahu. melihatnya pun mungkin belum pernah.

sore itu, ia terdiam di tengah ladang yang luas di antara ilalang yang sibuk berlalu lalang di terpa angin. sepersekian detik kemudian angin menghampirinya.

“hey lavender! aku mendengar namamu di bicarakan di sarang para lebah” angin yang bebas ke mana-mana memang selalu meniupkan kabar sesukanya.

lavender bergoyang sedikit karena kedatangan angin yang tiba-tiba “oh ya? tentang apa?”

sang angin mengangkat bahunya menandakan ketidak tahuannya. ya angin memang tidak mempunyai bahu, tapi anggap saja ia punya untuk saat ini. “mungkin mereka ingin mengambil sari mu lavender” katanya sok tahu

lavender menggeleng. ya, lavender juga tidak mempunyai kepala untuk di gelengkan namun anggap saja ia punya untuk saat ini. “tidak mungkin, para lebah selalu pergi ke ladang di mana bunga matahari tinggal. mereka lebih menyukai bunga matahari” lavender menyanggah perkataan angin dengan sok tahu juga. angin pun memutuskan untuk kembali berhembus menyebarkan kabar lain, meninggalkan lavender termenung akan perkataan angin.

beberapa waktu kemudian setelah bulan berubah bentuk dan bumi sudah berputar beberapa kali levender terbangun oleh sinar matahari. entah kenapa hari itu ia merasakan semangat yang memuncak. tiba-tiba angin datang kembali “lavender! para lebah menuju ke sini!” ia berteriak dengan semangat

lavender terkesiap. ternyata benar apa kata angin sewaktu itu. ia termangu. apa yang membuat para lebah datang menghampirinya? apa yang terjadi antara lebah dan bunga matahari?

tak lama kemudian para lebah datang menghampirinya. lavender berteriak senang dalam hatinya. ia merasa bahwa ia di butuhkan. tak pernah ada yang menghampirinya seumur hidupnya tumbuh di ladang, paling hanya angin yang membawa kabar tak jelas.

“hey lavender” lebah menyapanya basa-basi “bolehkah hari ini dan seterusnya aku mengambil madu darimu? ini juga akan membantumu bukan?” lebah menawar tawaran yang sudah pasti akan di terima oleh lavender yang polos

“tentu saja lebah”lavender tersenyum

maka mulai hari itu lebah selalu mendatangi lavender.

namun beberapa waktu setelah bulan berubah bentuk dan bumi telah berputar beberapa kali lagi, lavender menunggu lebah datang namun ia tak kunjung datang.

ke mana gerangan lebah? apakah ia sudah mempunyai cukup madu sehingga tak mengambil nya lagi? levender bertanya-tanya dalam hati

tak lama kemudian angin datang dengan cepatnya.

“hey lavender, pasti kau menunggu lebah datang lagi” tebak nya sok tahu

“iya angin, ke mana gerangan sang lebah?”

angin tertawa yang menyebabkan lavender bergoyang tak tentu arah.

“mereka sudah kembali ke ladang nya bunga matahari. ternyata beberapa waktu lalu ada sekelompok lebah yang lebih besar menguasai ladang bunga matahari sehingga mereka terpaksa ke sini lavender”

lavender terdiam. “jadi mereka ke sini hanya sebagai pelarian agar tetap bisa bertahan hidup?”

“iya lavender, kau hanya sebuah pelarian para lebah itu. tenanglah suatu saat nanti mungkin akan ada lebah lainnya yang menjadikan mu tujuan utamanya untuk tetap bertahan hidup” angin pun berlalu.

lavender termenung. ia tak menyangka bahwa ketika ia telah memberikan kepercayaannya kepada para lebah tersebut ternyata hanya berakhir sia-sia. sejak saat itu lavender kehilangan keceriaannya dan akhirnya layu dan menjadi satu dengan tanah yang kelak akan memunculkan lavender-lavender yang lebih kuat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s