pantai pandanan

beberapa hari lalu saya dan teman saya memutuskan untuk “keluar rumah” tapi apalah kami yang orang asli lombok tapi tidak tahu jalan sekitar lombok. karena teman saya yang kuliah di jawa dan saya yang kuliah di lombok tapi lebih sering ndekem di rumah. akhirnya yang penting kita keluar rumah, tanpa tahu arah dan tujuan. yang kita tahu hanya arah ke pantai senggigi, tapi tidak minat ke situ. sudah terlalu “mainstream” mungkin ke senggigi. akhirnya kita terus melaju, hanya mengikuti jalan sambil ngobrol ngalor ngidul.

“eh, kita mau ke mana si ini intinya?”tanya teman saya. saya tertawa “ga tau ya, kita ga tau jalan sih”. dan akhirnya kita meneruskan perjalanan sampai ada papan kecil bertuliskan “selamat datang di pantai pandanan” . “ada ya namanya pantai pandanan?”kita erdua bertanya tanpa ada yang menjawab. dan akhirnya memutuskan untuk mengunjungi pantai ini saja.

setelah memarkir motor kita langsung menuju berugak, sebuah bangunan panggung khas suku sasak yang terbuka, biasa digunakan untuk sekedar duduk-duduk dan bercengkerama. sekitar pantai terlihat sepi saat itu. mungkin karena hari kerja dan waktu masih lumayan pagi untuk ke pantai. hanya ada sepasang kekasih yang asyik duduk tidak jauh dari berugak kita, selain itu hanya ada pedagang yang menjajakan barang jualannya. enak memang kalau ke pantai yang sepi seperti ini. liburannya benar-benar terasa.

“eh, sa itu ada yang snorkeling” tunjuk teman saya. ternyata ada beberapa orang di kejauhan yang sedang asyik snorkeling. karena penasaran akan dunia bawah air nya pantai ini, saya dan teman saya memutuskan untuk menyewa alat snorkeling juga seharga 40 ribu rupiah untuk satu set.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
mask dan snorkels yang disewakan di pantai pandanan

namun dikarenakan keahlian renang yang tidak mencukupi, saya dan teman saya menyewa pelampung juga seharga 10 ribu rupiah karena takut tenggelam. hehehe. dan karena merasa aman memakai pelampung kita berani untuk menjelajah hingga ke tengah. walaupun karang yang kami temukan hanya berwarna abu-abu dan populasi ikan yang tidak terlalu banyak. kami cukup bahagia saat itu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
salah satu foto karang terbaik yang dapat kami ambil

setelah bosan melihat karang kami memutuskan untuk kembali ke darat, dengan dukungan ombak yang membawa kami. tak terasa ternyata sudah 3 jam lebih kami berada di air. dan kami memutuskan untuk makan cumi bakar seharga 35 ribu untuk 7 tusuk. dan setelah akhirnya kenyang dan ganti baju. kami pulang sambil membicarakan akan ke mana selanjutnya. ^^

Advertisements

1 thought on “pantai pandanan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s